Senin, 21 April 2008

Sekilas Tentang Kondisi Penitipan Anak (Part 1)


Alhamdulillah...alhamdulillah. Kalimat itu rasanya pas banget kuucapkan. Usaha dan doaku slm ini ternyata bukanlah pepesan kosong belaka. Insya Allah mulai mgg depan Arsya dan ak akan tinggal di Malang. Thx buat Abi dan Umi yang udah support, nawarin tempat tgl buat kami skaligus pengasuh buat Arsya tapi ak ga mau kehadiranku dan Arsya nti malah merepotkan mereka di Malang. Ak putuskan utk cari pengasuh buat jagain Arsya aja slm ak tinggalkan.
Matur sembah tengkiyu banget buat Juliet dan Momon hehehehe...."Mugi2 ak cocok ae karo golekane sampy, wes ga golek pembantu neh. Jo lali Sabtu- Minggu dulin ke Tirtasani ya."

Dua mgg lebih ak hunting info cari pengasuh anak dan sekolah yang cocok buat jagoanku. Bukan tanpa sebab sih apa aja yg menyebabkan ak 'tuk memutuskan Arsya tinggal di Malang. Mgk di arsip posting ini ak sedikit crita dan semoga bs jd pelajaran buat bunda2 lain agar tidak sembrono menitipkan buah hatinya di tempat penitipan anak.

Atas dasar tanggungjawabku sbg seorang karyawan swasta di kota P disamping juga suamiku bekerja di Jabar, dengan berat hati ak menitipkan Arsya di Tempat Penitipan Anak di Kota J krn sebelumnya dia jg ak titipkan disitu sebelum ak dipindh kerja di kota P. Dua hari dlm seminggu ak br bisa ktm Arsya. Akibatnya ak hanya bisa pantau full perkembangan dia dlm wkt singkat itu wlp sesekali ak telp ke dia. Tapi rasa kangen memeluk anak, menemani main Arsya dan menjaganya saat tidur ga mudah terobati. Namun apa boleh buat, smua udah jd pilihan hidup kami dan Insya Allah ak brusaha 'tuk ikhlas dan sabar menghadapi jalan hidup yang tlah digariskan Allah.

Sebut aja Mutiara Center (MC) nama sebuah yayasan pengelola penitipan dan pendidikan anak usia dini di kota J. Pertengahan 2006 adalah awal dr dirintis dan didirikannya MC. Dengan promosi sana sini yang dibuat demikian menarik dan menghipnotis bunda2 agar putra putrinya dititipkan atw disekolahkan di yayasan tersebut ternyata juga tlah mengetuk hatiku tuk menitipkan Arsya ke situ. Yang menarik dr promosi yayasan MC diantaranya : metode bermain sambil belajar (BCCT), biaya pengasuhan yg relatif terjangkau menurutku dan konsultasi langsung dengan dokter anak.
Saat Arsya masuk ke MC, masih sedikit teman2nya yg ada di MC namun sekarang bs dikatakan lumayan banyak putra putri bunda sekolah atw yang dititipkan di MC tapi hanya Arsya yg full ttp tinggal sementara di situ. Pihak pengelola dan owner yayasan juga makin gencar melakukan promosi dengan berbagai metode, misal mengadakan semacam seminar, pengobatan dan konsultasi gratis buat balita, memanfaatkan media radio pendidikan dll agar murid di MC makin banyak. Beruntung dalam wkt 1 tahun nama yayasan MC sdh mulai dikenal byk org dan ak perhatiin jg banyak bunda yg berminat menitipkan putranya ke MC.

Pembaca.....ternyata perubahan positif dlm hal kuantitas tersebut di management MC bnr2 ga diimbangi dengan kualitas perhatian thd anak2 di MC. Hal itu terbukti atas apa yg menimpa Arsya. Hampir tiap mgg ak perhatikan di bagian tubuh Arsya sll ada luka/luka memar. Awalnya ak sangat maklum krn mgk anak seumuran dia masa aktif2nya bermain dan mencoba hal2 yg challange. Benjolan atw luka gosong di bagian jidatnya masi kuanggap wajar. Sayangnya, knp hampir setiap mgg Arsya sll menampakkan luka di bagian tubuhnya ke ak. Puncaknya mgg lalu saat ak liat bibir Arsya jontor hampir ga bisa mingkem dan dijidatnya terlihat jelas bekas benturan keras. Jujur ak sangat shock!!! Knp ga ada laporan dr pihak pengasuh ke ak? Belum kering bnr bekas luka di hidungnya akibat jatuh 2 mgg yll, sekrg muncul luka lagi. Dlm hatiku ak lgs bertny "di mn tanggungjawab pihak pengasuh/pengelola MC? Mana perhatian pihak pengasuhnya?"

Msi juga kuingat gimn suamiku dibohongi seorang pengasuh di MC yg kebetulan wkt itu suamiku tny gimn keadaan Arsya apa batuknya udah diobati. Tapi yg sangat membuat ak kecewa berat knp pihak pengasuh memberikan laporan palsu dg mengatakan Arsya dlm keadaan baik2 aja, lg asik main. Uuuuccchhhh!!! Pgn kulabrak aja pengasuh itu. Udah jls2nya Arsya batuk ampe muntah2 dan malah ga ada action dr pihak pengelola 'tuk memeriksa kesehatan Arsya pdhl promosi mereka "memberikan konsultasi dan pemeriksaan gratis utk balita".
Kekecewaanku makin bertambah lagi karena Arsya sll crita kl mainan dan sandalyg kubelikan sering dirusak dan direbut tmn2nya. Ya Allah.... berikan ak kesabaran.



(Bersambung.........)


1 komentar:

Unknown mengatakan...

Mommy part 2 nya dimana ya? Saya mau menyimak. Pas sekali saya lagi cari cari info 😊